Pages

Selasa, 12 Juli 2011

Dwi Warna Tercemar Sampah


Dwi warna Tercemar sampah


Dwi warna adalah nama air terjun yang terletak di wilayah perbatasan antara berastagi dan deliserdang tepatnya di North Sumatera. Merupakan tempat wisata yang baru dibuka resmi sekitar 5 tahun terakhir. Merupakan salah satu tempat yang special bagi para penikmat alam dan para pengemar dunia bebas.




Namun sayang keadaaan tempat wisata semakin tercemar sampah. Itu tak tampak dari kami Grup pencinta alam Gempa Brothers merasa sedih melihat keadaan tersebut. Dan itu menjadi pertanyaan bagi kami. Kenapa sampah ada disetiap perjalanan. Dan sampah itu juga yang membuka jalan bagi pengunjung yang mengunjungi disana. Bukan jejak tanda atau tanda plank yang sering disematkan di setiap sudut lokasi yang menjadi titik peristirahatan atau sering dikatakan pos.



Kami berangkat dari siantar berjumlah 10 orang yang yang terdiri dari Babang, Yudi gondrong, Zapick, Eric, Ripjen, Herman, Lucky, Levi, Chris, Anggi. Dan sempat berkemah di wilayah air terjun tersebut.



Air terjun dua warna dapat ditempuh sekitar lebih kurang 2 s/d 3 jam perjalanan.. Dengan distribusi sebagai berikut :

Uang masuk : Rp 15000
Ditambah ranger (pemandu ) : Rp 7500
Parkir : Rp 20.000 (sepeda Motor)

Disini Kami anak-anak Gempa Brothers menyerukan kepada teman2 satu perjuangan dalam hal pecinta alam atau peduli lingkungan dan khususnya para pengunjung untuk membawa kembali sampah yang dibawa dan tak ada salahnya jika satu orang membawa sampah yang ada disana . agar sampah ditempah tersebut berkurang. Dan tempat wisata itu asri kembali. Siapa lagi kalo bukan kita..??


Babang Gempa Brothers (sunrise_from_siantar@yahoo.co.id)

Senin, 28 Februari 2011

Perjalanan GempaBrothers to Waterfall

Water Fall Desa Garoga. Kecamatan Simanindo [ Tomok]
P. Samosir North Sumatera Indonesia.
By. Babang [GempaBrother’s]

Perjalanan Gempabrother’s dimulai dari titik awal kota pematang siantar. Dengan team terdiri : Babang, TJ, Zapick, Yudi, Akus. Team semua mempersiapkan perlengakapan dan logistik untuk melancarkan perjalanan saat ini dan itu semua didukung pengalaman yang team sudah beberapa kali melukakan perjalanan .Team kami bergerak pada tgl 26 februari 2011 jam 15.30 wib, kendaraan yang kami gunakan adalah bus sentosa dengan ongkos Rp. 9000,-/orang.

>


Perjalanan Gempabrother’s menuju ajibata yang merupakan titik kedua perjalan team memakan waktu sekitar 1 jam lebih. Dan perjalanan tersebut dilanjutkan dengan naik kapal feri dengan ongkos Rp. 4000/org. Tujuan Gempabrother’s menuju P.samosir tepatnya tomok perjalan dengan mengunakan kapal feri memakan waktu 1 jam kurang lebih. Gempabrother’s dalam perjalanaan ke P.Samosir di sambut dengan hujan yang lumayan lebat. Namun itu tak menyurutkan team untuk mendarat di P.samosir. Dengan semangat dan senyuman kami akhirnya nyampe di tujuan.


>


Lima menit kami habiskan untuk istrihat sejenak untuk menghilangkan dan merilekskan badan yang sedikit kaku setelah perjalanan di kapal. Setelah waktu istirahat telah habis perjalanan kami lanjutkan ke titik ketiga yang merupakan tempat dimana pemerhati lingkungan berada yang bernama Gindo Rumahorbo alias Mr. D. Perjalanan itu kami tempuh dengan berjalan kaki alias backpacker [hehe]. Maju terus…!!! Perjalanan yang memakan jarak 5 km kami tempuh [Lestari].


Tepat Pada pukul 21.00 wib. Kami sampai dirumah yang merupakan titik ke empat perjalanan kami. Disitu kami sempat berbincang dan berbagi [ sharing] mengenai lingkungan. Thanks’ Mr. D yang siap menerima pecinta lingkungan di rumah anda dan kami sangat respek mengenai itu. Tepat pada Pukul 02.00 wib kami istrihat untuk melanjutkan perjalanan besok ke waterfalll. Yang sebelumnya kami diberi tantangan untuk menembus 3 puncak yang berakhir di air terjun. Dan tantangan itu kami akan tanggapi. Gbr dibawah ini merupakan tantangan yang diberikan dan sudah ditandai alur yang menjadi alur perjalanan [ kami kan kembali].




Perjalanan Gempabrother’s dilanjutkan pada pukul 11.00 wib dengan start mulai dari titik Rumah Mr. D dengan tujuan water fall. “Lestari” Team pun bergerak yang sebelumnya sudah pamitan dan sudah mendapat petunjuk dari Mr. D dan penduduk setemapat “Mauliate godang”. Trek kami terlusuri melewati rumah2 penduduk melawati 2 jembatan setelah itu dipersimpangan 3 kami belok kanan. Dan saat mendapat persimpangan 3 [tempat air pancuran ] lagi kami juga belok kanan setengah jam perjalanan sudah dilalui kami break sekitar 15 menit.





Perjalanan kami lanjutkan, dalam waktu 20 menit curahaan air terjun pertama sudah dapat, dengan tinggi curhaan sekitar 15/sd 20 meter.





Gempabrother’s break untuk yang kedua kali dikarena treak selanjutnya agak sedikit terjal dikarenakan kemirian 65 / 85 derajat. Jelang istirahat 20 menit kami lanjutkan perjalanan ke titik terakhir perjalanan ini yaitu water fall.





Waterfall dari titik ini mencapai ketinggi 50 s/d 70 m. Dan jikalau diperhatikan dari jauh waterfall itu berbentuk love. Yang pastinya perjalanan Gempabrother’s kali ini mendapatkan kepuasaan bahtin yang tak tertandingi “lestari. Kami akan kembali lagi.
[Babang GempaBrother’s]




by. [Babang GempaBrother’s]